Muqodimah

Pembelajaran tuntas adalah pola pembelajaran berbasis kompetensi yang menggunakan prinsip ketuntasan secara individual terhadap seluruh standar kompetensi maupun kompetensi dasar. Setelah proses pembelajaran dilakukan selanjutnya diadakan penilaian terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran.

Untuk mengukur penguasaan kompetensi perlu dikembangkan suatu penilaian yang mencakup seluruh kompetensi dasar dengan menggunakan indikator yang telah ditetapkan oleh pendidik. Penilaian terhadap hasil pembelajaran menggunakan sistem penilaian berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dikuasai dan belum dikuasai serta mengetahui kesulitan belajar peserta didik. Apabila peserta didik belum menguasai suatu kompetensi dasar harus mengikuti proses pembelajaran kemudian dilakukan penilaian untuk mengukur pencapaian kompetensi (Depdiknas, 2010: 36).

Proses penilaian dan analisis hasil belajar perlu dilakukan dengan cepat agar peserta didik dan pendidik dapat mengetahui ketercapaian SK dan KD yang di belajarkan sehingga proses perbaikan belajar dapat dilakukan dengan tepat dan segera. Ketuntasan peserta didik dalam mencapai kompetensi sangat bergantung kepada kondisi peserta didik, sumber belajar dan pendidik. Ada yang mencapai ketuntasan lebih awal ada yang lambat. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dilakukan pembelajaran pengayaan atau pembelajaran remedial  (Gentile & Lalley dalam Depdiknas, 2010: 37).

Pembelajaran remedial pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar. Kesulitan belajar ini selanjutnya berakibat pada ketercapaian kompetensi menjadi terhambat tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan. Setelah diketahui adanya kesulitan belajar dan keterlambatan pada satu atau lebih KD maka selanjutnya diberikan perlakuan (treatment) pembelajaran remedial dan diakhiri dengan tes ulang. Pembelajaran remedial dan tes ulang dilakukan diluar jam tatap muka.

Bentuk perlakuan pembelajaran remedial dilakukan berdasarkan keterserapan KD tersebut pada ketuntasan klasikal. Bila ketuntasan klasikalnya kurang dari 50% artinya yang mengikuti pembelajaran remedial lebih dari 50% maka remedial dilakukan dengan memberikan pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda. Jika yang mengikuti pembelajaran remedial pada KD tersebut kurang dari 20% maka perlakuan yang diberikan berupa bimbingan secara khusus, misalnya dengan tutor sebaya. Jika yang mengikuti remedial berada pada rentang 20%-50% maka perlakuan diberikan dengan penugasan secara berkelompok (Depdiknas, 2010: 38).

Bagi peserta didik yang mencapai ketuntasan kompetensi lebih awal diberikan pembelajaran pengayaan untuk menambah kompetensi atau materi sesuai dengan kapabilitas masing-masing. Pembelajaran pengayaan dapat dilakukan dengan: (1) belajar kelompok (2) belajar mandiri (3) pembelajaran berbasis tema dan (4) pemadatan kurikulum. Diakhir pembelajaran dilakukan penilaian hasil belajar dalam bentuk portofolio, dan harus dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari peserta didik yang normal.

Pembelajaran remedial dan pengayaan pada akhirnya memberikan kesempatan kepada seluruh peserta didik untuk mencapai dan menguasai kompetensi sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Bagi peserta didik yang lambat pemahamannya dapat menguasai kompetensi minimal yang disyaratkan dalam kurikulum. Sedangkan peserta didik yang cepat pemahamannya mendapatkan kompetensi atau materi yang lebih yang dapat digunakan dalam mengembangkan kreativitas dan inovasinya dalam belajar.

Untuk itulah kami menyediakan sebuah program yang diperuntukkan untuk mendukung pola pembelajaran tuntas (di atas). Program ini dibuat menggunakan MS-Excel dengan tujuan agar pemanfaatan dan penggunaannya lebih simpel dan familiar. Selain itu, kami juga menyediakan program atau aplikasi-aplikasi berbasis excel lainnya yang tidak kalah pentingnya untuk dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar seperti pengelolaan pembelajaran, pengolahan nilai ulangan, pengolahan nilai raport, dan lain-lain.

Semoga Bermanfaat.
CECEP JAMALUDIN

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: